UM Hapus TKA di SNBP 2026 Simak Kriteria Penerimaan Mahasiswa Terbarunya

Universitas Negeri Malang (UM) membuat gebrakan baru dalam penerimaan mahasiswa minicooperdealer.id tahun 2026. Berbeda dari kampus lain yang masih mengandalkan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA), UM memutuskan tidak menggunakan nilai TKA sebagai salah satu syarat dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Keputusan ini memunculkan pertanyaan: lalu, apa saja kriteria seleksi yang digunakan UM?

Fokus pada Prestasi Akademik dan Non-Akademik

Alih-alih menilai calon mahasiswa berdasarkan TKA, UM menekankan pentingnya becompetent.id prestasi akademik selama jenjang SMA/MA/SMK. Prestasi ini mencakup nilai rapor, peringkat kelas, dan pencapaian di mata pelajaran tertentu yang relevan dengan jurusan pilihan. Dengan cara ini, UM berharap dapat mengidentifikasi siswa yang konsisten berprestasi tanpa harus bergantung pada tes tunggal yang bisa dipengaruhi banyak faktor eksternal.

Tak hanya akademik, UM juga memperhitungkan prestasi non-akademik. Kegiatan ekstrakurikuler, lomba seni, olahraga, dan kepemimpinan menjadi nilai tambah yang sangat diperhatikan. Hal ini menunjukkan bahwa UM ingin mencetak mahasiswa yang seimbang antara kecerdasan akademik dan kemampuan soft skills.

Portofolio dan Karya Kreatif Jadi Pertimbangan

Salah satu hal menarik dari sistem seleksi UM adalah penggunaan portofolio dan karya kreatif sebagai bagian dari penilaian. Mahasiswa yang mendaftar dapat menunjukkan proyek-proyek pribadi, karya ilmiah, atau prestasi inovatif yang pernah dilakukan.

Metode ini dianggap lebih holistik karena tidak hanya menilai kemampuan akademik semata, tetapi juga kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan inisiatif. Dengan begitu, mahasiswa yang diterima siap menghadapi tantangan dunia kampus dengan bekal pengalaman nyata, bukan sekadar nilai ujian.

Wawancara dan Penilaian Karakter

Selain prestasi dan portofolio, UM menambahkan wawancara sebagai kriteria seleksi. Wawancara ini bertujuan untuk menilai karakter, motivasi, dan kesiapan calon mahasiswa dalam mengikuti program studi yang dipilih.

Metode ini penting karena menilai aspek yang tidak bisa diukur melalui angka, seperti kejujuran, kepemimpinan, dan ketekunan. Dengan kombinasi wawancara, portofolio, dan prestasi, UM mencoba membentuk seleksi yang adil dan menyeluruh.

Dampak Sistem Baru terhadap Calon Mahasiswa

Keputusan UM untuk tidak menggunakan TKA diprediksi akan mengurangi tekanan pada siswa yang biasanya harus menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk persiapan tes. Selain itu, siswa dengan bakat unik di bidang non-akademik kini memiliki peluang lebih besar untuk diterima.

Sistem ini juga mendorong calon mahasiswa untuk lebih fokus pada pengembangan diri secara menyeluruh, baik akademik maupun non-akademik. UM berharap mahasiswa yang diterima adalah mereka yang berkualitas, kreatif, dan siap berkontribusi positif bagi lingkungan kampus dan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *